Tampilkan postingan dengan label CERMIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERMIN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Penantian Itu….

“Assalamualaikum, selamat pagi!” Kumemulai menyapanya, berharap dari dia kudapat akurasi informasi. “Ya, ada apa kanda, bisa saya bantu” jawabnya dari seberang. “Sekedar saya mau menanyakan posisi Prof. Ahmad, kira-kira ada di kampus hari ini?” aku to the point menjabarkan tujuanku menelponnya, dari seberang terdengar jawabannya “Iya kanda, bapak lagi menguji di seminar proposal mahasiswa Prodi B”. “Ok, terima kasih atas infonya” ku tutup telpon. Beliau adalah asisten Prof. Ahmad, saya selalu menghubunginya ketika ingin berkonsultasi dengan Prof. Ahmad baik konsultasi tentang perkuliahan dan proposal thesisku.
Pukul 09.10, ku rapikan susunan proposal, baik yang sudah direvisi maupun yang sudah dicoret-coreti dosen pembimbing. Berharap hari ini lembar pengesahan bisa ditandatangani. Sebuah pengharapan terbesarku saat ini sejak memulai menulis draft proposal bulan Desember lalu. Imaji ku mengembara, memasuki belantara waktu, dan kutemukan aku sedang di sidang, ya, ku ingin segera disidang, sidang seminar proposal.
Bismillahirahmanirrahim, ku ayunkan langkah menuju kampus, segala pikir tercurah mengabdi pada harapan- harapan dan mimpi, dan lantunan zikirpun menuju-Nya, sekiranya ada mu’jizat datang, tak perlu lagi ada tanya dan kritikan dari pembimbing dan segera melabuhkan tandatangannya di lembaran pengesahan itu. Pengharapan elok nan indah, serupa petani mengharapkan kemuning padi, serupa mawar yang dinanti mekarnya, serupa pungguk merindukan bulan.
Ikhtiar dan do’a mesti beriring, pesan itu meraja dibenakku, bermahkota disinggasana nalarku. Tak sampai 10 menit, akhirnya aku berlabuh di kampus dan segera menjejakkan kaki ke ruang prodi di lantai 2. Ku lirik, ah…., professor tidak ada di ruangannya, biasanya beliau duduk sambil membaca sesuatu. Naluri membisiki jiwaku “Tunggu saja beliau”, dan dipersimpangan pilihan antara pulang kembali ke kos dengan tetap menunggu, ku tetapkan hati untuk menanti.