Kau seret langkah pongahmu
Gontai berjalan sepanjang hari
Dibulir peluhmu ada keasingan
Di ujung lidahmu ada kesilapan
Punggungmu penuh dosa-dosa
Debu-debu ingkar bertahta dipundakmu
Bibirmu telah lepuh oleh janji
Malam sebentar lagi kau dekap
Jahatmu sementara kau sekap
Tak lama tempat ibadah kau datangi
Sekedar menangisi dan berbasa-basi
Dihadapan Tuhan airmata kasarmu terurai
Sedang hatimu masih tertawa
Berharap Tuhan ciptakan peluang lagi
Ambil saja semua
Anggaran pendidikanku kau telikung
Dana kesehatanku kau kantongi
Beras dan daging sapi kau nikmati sendiri
Subsidi BBM untukku kau ambil kembali
Ambil saja semua
Di padang masyhar kita bersua
Pengadilan Tuhan tak bisa kau elakkan lagi
Tak seperti di dunia hukum bisa kau beli
Ambil saja semua
Kuharap kau menderita
Kupinta kau tak bahagia
Gontai berjalan sepanjang hari
Dibulir peluhmu ada keasingan
Di ujung lidahmu ada kesilapan
Punggungmu penuh dosa-dosa
Debu-debu ingkar bertahta dipundakmu
Bibirmu telah lepuh oleh janji
Malam sebentar lagi kau dekap
Jahatmu sementara kau sekap
Tak lama tempat ibadah kau datangi
Sekedar menangisi dan berbasa-basi
Dihadapan Tuhan airmata kasarmu terurai
Sedang hatimu masih tertawa
Berharap Tuhan ciptakan peluang lagi
Ambil saja semua
Anggaran pendidikanku kau telikung
Dana kesehatanku kau kantongi
Beras dan daging sapi kau nikmati sendiri
Subsidi BBM untukku kau ambil kembali
Ambil saja semua
Di padang masyhar kita bersua
Pengadilan Tuhan tak bisa kau elakkan lagi
Tak seperti di dunia hukum bisa kau beli
Ambil saja semua
Kuharap kau menderita
Kupinta kau tak bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar