Jumat, 03 Mei 2013

Sepasang Kelabu

Aku masih diliputi sesak
Saat kata tidak sebagai jawabmu
Ruang ini seperti menyempit
Rongga dada seakan penuh dedak
Menyumbati aliran nafasku
Menghimpit

Pernah kita bersama
Saat aku dan kamu masih sendiri
Kemudian kita dikaitkan mimpi
Melangkah bersama menjejaki asa

Itu dulu…

Sekarang takdir kita jalani sendiri-sendiri
Kalau kita menyatu berarti kita berdimensi
Satu frekuensi

Takdir hanya dinding kosong
Kemudian kita berdua mewarnainya
Awalnya indah cemerlang
Sekarang tinggallah satu warnanya
Kelabu

************
Terinspirasi dari film “Sepasang Kelabu” karya Sineas Muda Makassar, Arman Dewarti. Film ini mengisahkan sepasang kekasih yang dipertemukan kala keduanya terpisah lama dan punya pasangan masing-masing, kisahnya penuh haru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar