Aku masih diliputi sesak
Saat kata tidak sebagai jawabmu
Ruang ini seperti menyempit
Rongga dada seakan penuh dedak
Menyumbati aliran nafasku
Menghimpit
Pernah kita bersama
Saat aku dan kamu masih sendiri
Kemudian kita dikaitkan mimpi
Melangkah bersama menjejaki asa
Itu dulu…
Sekarang takdir kita jalani sendiri-sendiri
Kalau kita menyatu berarti kita berdimensi
Satu frekuensi
Takdir hanya dinding kosong
Kemudian kita berdua mewarnainya
Awalnya indah cemerlang
Sekarang tinggallah satu warnanya
Kelabu
************
Terinspirasi dari film “Sepasang Kelabu” karya Sineas Muda Makassar, Arman Dewarti. Film ini mengisahkan sepasang kekasih yang dipertemukan kala keduanya terpisah lama dan punya pasangan masing-masing, kisahnya penuh haru.
Saat kata tidak sebagai jawabmu
Ruang ini seperti menyempit
Rongga dada seakan penuh dedak
Menyumbati aliran nafasku
Menghimpit
Pernah kita bersama
Saat aku dan kamu masih sendiri
Kemudian kita dikaitkan mimpi
Melangkah bersama menjejaki asa
Itu dulu…
Sekarang takdir kita jalani sendiri-sendiri
Kalau kita menyatu berarti kita berdimensi
Satu frekuensi
Takdir hanya dinding kosong
Kemudian kita berdua mewarnainya
Awalnya indah cemerlang
Sekarang tinggallah satu warnanya
Kelabu
************
Terinspirasi dari film “Sepasang Kelabu” karya Sineas Muda Makassar, Arman Dewarti. Film ini mengisahkan sepasang kekasih yang dipertemukan kala keduanya terpisah lama dan punya pasangan masing-masing, kisahnya penuh haru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar