Tak lama lagi hari akan berganti, malam
akan semakin melarut dalam kelam, sedang aku masih diliputi senyap dan
beberapa tanya datang menghinggapi ruang nalarku. Kelam malam
menggiringku pada sebuah kondisi yang kehilangan dimensi, semua ruang
yang menggenapiku terbungkus sepi. Ada terang menghiasi setiap
sudut-sudut ruangku, tapi itu tak cukup memberiku arti bahkan sunyi tak
sudi melepaskan diri. Aku pandangi segenap ruang, tak jua kutemukan
makna. Sepi semakin mendera seperti malam yang semakin terlelap dalam
gelap.
Sepi tak sendiri menemaniku, ada lelah
yang juga setia bercengkerama disisiku. Kemarin malam seperti pagi saja
bagiku. Seharusnya malam menjadi teman pelepas penat, tak sudi menyapaku
untuk atau merayuku menemaninya bernostalgia. Payah, mungkin itu bisa
jadi deskripsi kemarin bahkan mungkin kini jua seperti itu. Kemarin tak
sempat di dunia maya, kemarin dunia mimpi tak jua kusentuh, bahkan
angan-anganpun tak sempat kusapa. Aku hanya sibuk dengan teori-teori
bahkan defenisi-defenisi mengurungku. Kondisi yang banyak orang
menyebutnya dunia ilmiah membuat pusaran yang kuat dan aku kemudian
hanyut dalam pusaran itu.
Pusaran malam kemudian membawaku pada
pagi, tapi sayang pagi tak sempat kutemui. Pagi telah menjelma menjadi
malam yang baru bagiku. Pagi semakin tenang hingga damai aku rasakan.
Terlalu damai hingga istrahat panjangku diwarnai bunga-bunga mimpi.
Senyum mentari tak kunikmati, bahkan sapaan sang surya tak sempat aku
balas, dan yang lebih payah, tak sempat aku menghitung detik dan menit
berapa lama aku terbuai dalam kesia-siaan.
Kini, sebelum aku sendiri tertidur dan
berbagi cerita dengan malam.Aku ingin menyapamu, karena kemarin tak
sempat ada kata yang kuulurkan ataupu aksara yang kusajikan untukmu. Aku
resapi dan serapi apapun makna yang kau cipta. Aku ingin menelusuri
gelisah dan gundah, sekalipun diakhir malam ini. Lipatan selimut duka
dan luka yang kau simpan rapi disampingmu, aku pandangi dengan penuh
rasa yang tak bisa kuungkapkan. Satu pintaku, lelaplah engkau dalam
mimpi karena telah kutitip engkau dalam pelukan berkah Sang Pemilik
Kasih. Salam malam padamu yang tak sempurna!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar