Rabu, 05 Juni 2013

Salam Malam Padamu yang Tak Sempurna (VIII)

Tak lama lagi hari akan berganti, malam akan semakin melarut dalam kelam, sedang aku masih diliputi senyap dan beberapa tanya datang menghinggapi ruang nalarku. Kelam malam menggiringku pada sebuah kondisi yang kehilangan dimensi, semua ruang yang menggenapiku terbungkus sepi. Ada terang menghiasi setiap sudut-sudut ruangku, tapi itu tak cukup memberiku arti bahkan sunyi tak sudi melepaskan diri. Aku pandangi segenap ruang, tak jua kutemukan makna. Sepi semakin mendera seperti malam yang semakin terlelap dalam gelap.

Sepi tak sendiri menemaniku, ada lelah yang juga setia bercengkerama disisiku. Kemarin malam seperti pagi saja bagiku. Seharusnya malam menjadi teman pelepas penat, tak sudi menyapaku untuk atau merayuku menemaninya bernostalgia. Payah, mungkin itu bisa jadi deskripsi kemarin bahkan mungkin kini jua seperti itu. Kemarin tak sempat di dunia maya, kemarin dunia mimpi tak jua kusentuh, bahkan angan-anganpun tak sempat kusapa. Aku hanya sibuk dengan teori-teori bahkan defenisi-defenisi mengurungku. Kondisi yang banyak orang menyebutnya dunia ilmiah membuat pusaran yang kuat dan aku kemudian hanyut dalam pusaran itu.

Pusaran malam kemudian membawaku pada pagi, tapi sayang pagi tak sempat kutemui. Pagi telah menjelma menjadi malam yang baru bagiku. Pagi semakin tenang hingga damai aku rasakan. Terlalu damai hingga istrahat panjangku diwarnai bunga-bunga mimpi. Senyum mentari tak kunikmati, bahkan sapaan sang surya tak sempat aku balas, dan yang lebih payah, tak sempat aku menghitung detik dan menit berapa lama aku terbuai dalam kesia-siaan.

Kini, sebelum aku sendiri tertidur dan berbagi cerita dengan malam.Aku ingin menyapamu, karena kemarin tak sempat ada kata yang kuulurkan ataupu aksara yang kusajikan untukmu. Aku resapi dan serapi apapun makna yang kau cipta. Aku ingin menelusuri gelisah dan gundah, sekalipun diakhir malam ini. Lipatan selimut duka dan luka yang kau simpan rapi disampingmu, aku pandangi dengan penuh rasa yang tak bisa kuungkapkan. Satu pintaku, lelaplah engkau dalam mimpi karena telah kutitip engkau dalam pelukan berkah Sang Pemilik Kasih. Salam malam padamu yang tak sempurna!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar