Rabu, 05 Juni 2013

Tangis Siang

Nasi dan sepotong tempe menu siang kali ini
Tadi pagi hanya segelas air dan sepotong roti
Sepotong roti yang kemudian dibagi-bagi
Beberapa kawan seperjuangan dan sehati

Menu itu tak cukup memberiku kenyang
Sabar dan ihlas yang membuatku lapang
Tapi senyum bahagia kawan yang kupandang
Cukup bagiku jadi penenang kala siang

Tak perlu ada yang kusesali
Walau jerih payahku semua telah jadi upeti
Walau jatah hidupku telah kau gerogoti
Walau sisa keringatku kau kantongi
Walau segala hartaku kau ambil dan tak kembali

Kini aku mengajakmu bertarung  di padang rumput
Aku yang kalah atau nyawamu yang terenggut
Tak peduli itu karena pedang telah aku cabut
Matimu bagiku adalah manfaat
Karena hakikatnya dirimu adalah bangsat

Biarkan siang menangis
Kalau perlu segenap waktu meratap
Tak peduli akukah yang jahat atau kamu yang sadis
Hati dan nalarku telah satu atap
Angkara dan burukmu harus kusingkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar