Tak terasa kebersamaan yang kita jalin
telah terhitung bulan. Aku sudah lupa kapan kita memulai semua ini, yang
kutahu akulah yang menyapamu terlebih dahulu. Seperti biasa dan
sekedar basa-basi, menyapamu lewat dunia maya begitu sempurna dengan
bertanya bagaimana kabarmu. Ah…, bukan basa-basi, pertanyaan itu
berangkat dari kekhawatiranku yang mendalam tentang kondisimu, tak
bahagia rasanya ketika yang tersampaikan kabar “mas, aku lagi sakit”.
Serasa mencipta kehampaan mendengar tutur seperti itu, seperti melarut
dalam keheningan malam, teraleniasi dalam kebisingan.
Semangat yang tercipta dan sehat yang
kau sampaikan akan meruahkan suasana hati, menghadirkan gembira. Itu
yang selalu kuingin, senang sengsaramu, suka dukamu, pahit manismu,
ingin aku disana bersamamu. Saat ini, mungkin kita hanya disuakan dalam
ruang tak bersisi, tapi itu cukup beri arti. Karena setidaknya ada harap
dan mimpi yang selalu ada menari dipelukan waktu. Khayali dan nisbi,
tentu bukan. Prinsip probabilitas mendasari itu semua, apalagi dalam
filsafat wujud yang kita pelajari, kondisi ini berada dalam wujud
mungkin, bukan wujud mustahil. Aku optimis.
Aku pahami jarak yang terbentang, aku
resapi kondisi yang meliputi kita, dan wujudmu yang tak pernah kupandang
menjadi pembentang rasa. Semua status tak pernah kuhiraukan. Kata
teman, aku semakin tak realistik, makhluk penghayal tingkat tinggi dan
dipenuhi ambisi. Tapi filsafat cinta telah meneguhkan komitmenku. Aku
yang satu menuju kesempurnaan bersamamu, pun engkau begitu, engkau yang
satu menuju kesempurnaan bersamaku. Secara fisik kita diam, tapi
energiku dan energimu telah lama berjalan dalam satu rute, bertemu di
stasiun akhir dan akhirnya menyatu, membesar mencipta cinta.
Kuasa Tuhan telah menggenapiku dan aku percaya qada dan qadar. Kun Fayakun
tentu bisa menyatukan kita, tak ada yang tak mungkin dalam kuasa-Nya.
Aku dan kamu dalam kuasa-Nya, sejak awal hingga akhir, Tunggulah aku
disana calon bidadari surgaku, kuyakin kuasa-Nya akan menggiringmu
berdampingan dengan jasadku, berbelahan jiwa, berpadu cinta dalam ruang
dan waktu yang satu. Salam pagi padamu yang tak sempurna, semoga bahagia
selalu melingkupimu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar