Sabtu, 15 Juni 2013

Salam Pagi Padamu yang Tak Sempurna (II)

Tak terasa kebersamaan yang kita jalin telah terhitung bulan. Aku sudah lupa kapan kita memulai semua ini, yang kutahu akulah yang menyapamu terlebih dahulu.  Seperti biasa dan sekedar basa-basi, menyapamu lewat dunia maya begitu sempurna dengan bertanya bagaimana kabarmu. Ah…, bukan basa-basi, pertanyaan itu berangkat dari kekhawatiranku yang mendalam tentang kondisimu, tak bahagia rasanya ketika yang tersampaikan kabar “mas, aku lagi sakit”. Serasa mencipta kehampaan mendengar tutur seperti itu, seperti melarut dalam keheningan malam, teraleniasi dalam kebisingan.

Semangat yang tercipta dan sehat yang kau sampaikan akan meruahkan suasana hati, menghadirkan gembira. Itu yang selalu kuingin, senang sengsaramu, suka dukamu, pahit manismu, ingin aku disana bersamamu. Saat ini, mungkin kita hanya disuakan dalam ruang tak bersisi, tapi itu cukup beri arti. Karena setidaknya ada harap dan mimpi yang selalu ada menari dipelukan waktu. Khayali dan nisbi, tentu bukan. Prinsip probabilitas mendasari itu semua, apalagi dalam filsafat wujud yang kita pelajari, kondisi ini berada dalam wujud mungkin, bukan wujud mustahil. Aku optimis.

Aku pahami jarak yang terbentang, aku resapi kondisi yang meliputi kita, dan wujudmu yang tak pernah kupandang menjadi pembentang rasa. Semua status tak pernah kuhiraukan. Kata teman, aku semakin tak realistik, makhluk penghayal tingkat tinggi dan dipenuhi ambisi. Tapi filsafat cinta telah meneguhkan komitmenku. Aku yang satu menuju kesempurnaan bersamamu, pun engkau begitu, engkau yang satu menuju kesempurnaan bersamaku. Secara fisik kita diam, tapi energiku dan energimu telah lama berjalan dalam satu rute, bertemu di stasiun akhir dan akhirnya menyatu, membesar mencipta cinta.

Kuasa Tuhan telah menggenapiku dan aku percaya qada dan qadar. Kun Fayakun tentu bisa menyatukan kita, tak ada yang tak mungkin dalam kuasa-Nya. Aku dan kamu dalam kuasa-Nya, sejak awal hingga akhir, Tunggulah aku disana calon bidadari surgaku, kuyakin kuasa-Nya akan menggiringmu berdampingan dengan jasadku, berbelahan jiwa, berpadu cinta dalam ruang dan waktu yang satu. Salam pagi padamu yang tak sempurna, semoga bahagia selalu melingkupimu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar