Air mata telah kukeringkan di atas sajadah
Ayat-ayat-Mu pun telah kulantunkan walau tak meriah
Hati terusik binar-binar sejuk suara-suara dari beberapa kafilah
Aku gagu menghadap-Mu karena diri lagi berpasrah
Do’a itu kembali kuulang dan kuungkap kepada-Mu
Berharap cita dan cinta sudi menyatu dengan restu-Mu
Tak perlu kuhadirkan sedu sedan bahkan pilu
Karena tanpa kusebut, Engkau pun Tahu
Aku semakin gagu
Aku semakin gagu pada-Mu
Dari senoktah dosa membesar bersemesta
Hingga nalar menjalar mengira dan memupuskan asa
Menyangka tak ada lautan maaf dan Ampunan-Mu
Aku semakin gagu
Karena takut azab-Mu datang mengganggu
Menyetubuhiku hingga aku tak leluasa bersenda gurau
Menyatroni alam pikirku dan merampas milikku satu persatu
Aku semakin gagu menghadap-Mu
Ayat-ayat-Mu pun telah kulantunkan walau tak meriah
Hati terusik binar-binar sejuk suara-suara dari beberapa kafilah
Aku gagu menghadap-Mu karena diri lagi berpasrah
Do’a itu kembali kuulang dan kuungkap kepada-Mu
Berharap cita dan cinta sudi menyatu dengan restu-Mu
Tak perlu kuhadirkan sedu sedan bahkan pilu
Karena tanpa kusebut, Engkau pun Tahu
Aku semakin gagu
Aku semakin gagu pada-Mu
Dari senoktah dosa membesar bersemesta
Hingga nalar menjalar mengira dan memupuskan asa
Menyangka tak ada lautan maaf dan Ampunan-Mu
Aku semakin gagu
Karena takut azab-Mu datang mengganggu
Menyetubuhiku hingga aku tak leluasa bersenda gurau
Menyatroni alam pikirku dan merampas milikku satu persatu
Aku semakin gagu menghadap-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar