Kasus Raffi Ahmad (RA) yang berlarut-larut, belum menemukan titik
terang. Pertarungan sengit antara BNN dengan tim pengacara RA memasuki
medan perang yang lebih kompleks. Ibarat pertandingan tinju, babakannya
sudah melewati babak 10, menegangkan. Langit Queen (LQ), ibu RA semakin
galau melihat perkembangan anaknya. Bersama Desy Riani (DR), mencoba
menyelidiki kasus anaknya tanpa melibatkan pihak polisi dan BNN. Mereka
ingin menyewa detektif swasta.
“DR, kasihan RA, sudah berbulan kasusnya
belum tuntas. Gimana kalau kita usut sendiri?” Tanya LQ kepada adik
sepupunya. “Bagus itu mbak, kita akan buktikan bahwa RA tidak ngeganja,
tapi masa kita sendiri yang selidik mbak, kan kita tidak punya ilmu
detektif mbak” kalimat persetujuan meluncur indah dari bibir ranum DR.
“Ha…, jelas bukan kita DR, kita cari detektif swasta, nanti kita bayar,
seperti cerita-cerita di film lah.” Mereka pun bersepakat menyewa
detektif swasta dan segera mereka mencari detektif yang bisa mereka
pekerjakan, dan tentunya, mencari detektif yang punya prestasi.
Setelah masa transisi pencarian, atas
saran dari Timur Pradopo(TP), teman sekaligus selingkuhan ibu RA yang
seorang perwira polisi di Mabes POLRI, dipilihlah detektif yang punya
nama besar di Jakarta, seorang wanita cantik yang juga mantan pejabat
tinggi di POLRI, Luna Maya. Mereka pun berdua menemui Detektif Luna(DL),
meminta kesediaannya menyelidiki keberadaan ganja di rumah RA. DL
sangat ramah menyambutnya, diskusi pun berjalan lancar, dan DL bersedia
membantu menyelesaikan kasus RA.
“Saya bersedia bu LQ, kali ini saya tidak
meminta bayaran yang tinggi,cukup setengah M saja, dengan syarat setelah
anak ibu keluar dari penjara, wajib menemani saya selama 1
minggu,bagaimana bu?” Begitu DL mengajukan syarat, ibu RA langsung
mengiyakan. “Saya tambahkan lagi bu LQ dan mbak DR, saya tidak bekerja
sendirian, saya detemani oleh asisten multifungsi saya, namanya Olga
SyahPutra(OS)” perjelas DL sambil menunjuk seorang pria yang lagi
bermain dengan kucing kesayangannya yang bernama Ayu Ting-ting.
Pertemuan hari itu berjalan damai, dan diputuskan DL akan segera
menyingkap kasus ini.
***********
Setelah 4 hari menyelidiki kasus ini,
sepertinya DL menemui titik terang. Ada beberapa kejanggalan yang
ditemukan. “OS sepertinya klien kita dijebak, dari beberapa orang yang
kita tanyai memberikan keterangan yang berbeda, ditambah ganja yang
ditetapkan BNN itu sudah kadaluarsa!” ucap DL penuh selidik. “Benar bos,
dari keterangan pak RT ,bapak Abraham Samad, selama ini RA baik-baik
saja,tidak ada indikasi klien kita melakukan maksiat seperti itu, RA itu
bersih” Perjelas OS berdasarkan fakta yang dia dapat. “Ada beberapa
orang yang patut dicurigai menjebak klien kita, dan ini seperti rekayasa
terselubung untuk menjatuhkan nama besar RA, apalagi klien kita sudah
mau terjun di dunia politik, ganja itu hanya alat, BNN tidak cerdas kali
ini” papar OS penuh semangat. DL menyuruh OS menyebut nama-nama yang
dicurigai sekaligus mengurai data dan fakta sehingga bisa mengambil
kesimpulan, siapa pelaku dan pemilik ganja sebenarnya.
“Penangkapan RA terjadi pukul 04.39, pada
saat penangkapan di dalam rumahnya ada beberapa artis, ada Gading
Martin(GM), Andika Pratama(AP), Astrid Tiar(AT), dan Narji(N), ditambah 5
cewek dan 2 cowok yang semua teman SMA RA dan 2 orang pembantu,
berarti di dalam rumah itu 14 orang. Saya rasa pembantu RA tidak bisa
dicurigai, sisa 11 orang yang patut dicurigai. GM sahabat RA, tetapi
bisa saja jadi pelaku, karena rencana pernikahannya dengan Gisel
tertunda, karena Gisel masih mencintai RA, AP juga masih sahabat RA,
tapi RA kan suami pertama Ussy,bisa saja AP menyimpan dendam, AT itu
mantan sekaligus selingkuhan RA waktu masih menikah dengan Ussy, N teman
akrab RA di BBB. Bisa saja ke empat artis ini punya modus.” Beber OS
tentang latar belakang dan hubungan artis yang ada dilokasi kejadian
dengan RA. “Bagaimana dengan teman-teman RA?” DL diliputi tanya.
“Dari 7 orang teman RA, yang bisa kita
curigai hanya ada 2 orang, seorang perempuan yang bernama Wanda Hamidah,
pacar RA waktu SMA dulu dan dialah yang melibatkan RA dalam dunia
politik, dan seorang laki-laki bernama Daus Mini, teman kecil RA sejak
kecil sampai sekarang. Kesimpulannya, hanya 6 orang yang bisa dijadikan
tersangka penjebakan klien kita” Paparan OS yang penuh presisi. “Baik,
saya rasa 6 orang itu yang mesti kita dalami, tolong besok ke 6 orang
itu kamu hadirkan di kantor,saya akan melakukan penyidikan dan
penyelidikan, kamu aturlah sebaik mungkin agar 6 orang ini hadir. Ini
perintah dari saya, kalau tidak kamu laksanakan dengan baik, gaji mu
saya potong dan kamu tidak dapat jatah selama 1 minggu!” perintah DL
kepada OS.
****************
OS memenuhi tugasnya, 6 orang itu berhasil
dihadirkan di kantor DL, setiap orang diwawancarai kurang lebih 1 jam
kemudian DL mendalami. DL kemudian menelpon OS “saya sudah tahu siapa
pelakunya, suruh semua tersangka ke ruangan saya, dan tolong hubungi
Polisi dan BNN, bahwa pemilik ganja sudah diketahui.” “Baik bu, segera
saya laksanakan.” Tak lama berselang, TP beserta beberapa polisi
bersenjata lengkap mengepung kantor DL. “Setelah saya melakukan
penyidikan dan penyelidikan, saya menemukan bukti yang cukup menjerat
salah seorang dari mereka menjadi tersangka” DL memulai paparannya,
kemudian mendekati TP dan membisikinya sesuatu. “Tangkap GM” perintah
TP, segeralah polisi meringkus GM. Semua orang yang ada di rumah itu
kaget bukan kepalang.
“Bagaimana kamu berani mengambil
kesimpulan bahwa GM pelakunya?kalau tidak terbukti dipengadilan, kamu
akan dituduh melakukan pencemaran nama baik dan reputasimu pasti turun”
Tanya TP kepada DL “Pencemaran nama baik, itu kan pasal
karet,he…!mengapa GM tersangka, karena di dalam saku sebelah kirinya itu
sekarang ada ganja, periksa saja!Dari wawancara tadi, hanya dia yang
gelisah dan keringat dingin, setiap saya tanya, terdengar bunyi
kresek-kresek dari saku celana kirinya, apalagi kan sesuai pepatah, Buah
jatuh tidak jauh dari pohonnya” jawab DL penuh aklamasi. Setelah
diperiksa, terbukti GM menyimpan ganja di saku celananya.
Kasus ditutup, kemudian RA berhasil
dikeluarkan dari penjara. Sesuai dengan perjanjian awal, sekarang RA
bersama DL di pulau Bali (mudah-mudahan bukan korban pesawat Lion
Air,he…)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar