Sabtu, 13 April 2013

Detektif Luna

Kasus Raffi Ahmad  (RA) yang berlarut-larut, belum menemukan titik terang. Pertarungan sengit antara BNN dengan tim pengacara RA memasuki medan perang yang lebih kompleks. Ibarat pertandingan tinju, babakannya sudah melewati babak 10, menegangkan. Langit Queen (LQ), ibu RA semakin galau melihat perkembangan anaknya. Bersama Desy Riani (DR), mencoba menyelidiki kasus anaknya tanpa melibatkan pihak polisi dan BNN. Mereka ingin menyewa detektif swasta.

“DR, kasihan RA, sudah berbulan kasusnya belum tuntas. Gimana kalau kita usut sendiri?” Tanya LQ kepada adik sepupunya. “Bagus itu mbak, kita akan buktikan bahwa RA tidak ngeganja, tapi masa kita sendiri yang selidik mbak, kan kita tidak punya ilmu detektif mbak”  kalimat persetujuan meluncur indah dari bibir ranum DR. “Ha…, jelas bukan kita DR, kita cari detektif swasta, nanti kita bayar, seperti cerita-cerita di film lah.” Mereka pun bersepakat menyewa detektif swasta dan segera mereka mencari detektif yang bisa mereka pekerjakan, dan tentunya, mencari detektif yang punya prestasi.

Setelah masa transisi pencarian, atas saran dari Timur Pradopo(TP), teman sekaligus selingkuhan ibu RA yang seorang perwira polisi di Mabes POLRI, dipilihlah detektif yang punya nama besar di Jakarta, seorang wanita cantik yang juga mantan pejabat tinggi di POLRI, Luna Maya. Mereka pun berdua menemui Detektif Luna(DL), meminta kesediaannya menyelidiki keberadaan ganja di rumah RA. DL sangat ramah menyambutnya, diskusi pun berjalan lancar, dan DL bersedia membantu menyelesaikan kasus RA.

“Saya bersedia bu LQ, kali ini saya tidak meminta bayaran yang tinggi,cukup setengah M saja, dengan syarat setelah anak ibu keluar dari penjara, wajib menemani saya selama 1 minggu,bagaimana bu?” Begitu DL mengajukan syarat, ibu RA langsung mengiyakan. “Saya tambahkan lagi bu LQ dan mbak DR, saya tidak bekerja sendirian, saya detemani oleh asisten multifungsi saya, namanya Olga SyahPutra(OS)” perjelas DL sambil menunjuk seorang pria yang lagi bermain dengan kucing kesayangannya yang bernama Ayu Ting-ting. Pertemuan hari itu berjalan damai, dan diputuskan DL akan segera menyingkap kasus ini.

***********

Setelah 4 hari menyelidiki kasus ini, sepertinya DL menemui titik terang. Ada beberapa kejanggalan yang ditemukan. “OS sepertinya klien kita dijebak, dari beberapa orang yang kita tanyai memberikan keterangan yang berbeda, ditambah ganja yang ditetapkan BNN itu sudah kadaluarsa!” ucap DL penuh selidik. “Benar bos, dari keterangan pak RT ,bapak Abraham Samad, selama ini RA baik-baik saja,tidak ada indikasi klien kita melakukan maksiat seperti itu, RA itu bersih” Perjelas OS berdasarkan fakta yang dia dapat. “Ada beberapa orang yang patut dicurigai menjebak klien kita, dan ini seperti rekayasa terselubung untuk menjatuhkan nama besar RA, apalagi klien kita sudah mau terjun di dunia politik, ganja itu hanya alat, BNN tidak cerdas kali ini” papar OS penuh semangat. DL menyuruh OS menyebut nama-nama yang dicurigai sekaligus mengurai data dan fakta sehingga bisa mengambil kesimpulan, siapa pelaku dan pemilik ganja sebenarnya.

“Penangkapan RA terjadi pukul 04.39, pada saat penangkapan di dalam rumahnya ada beberapa artis, ada Gading Martin(GM), Andika Pratama(AP), Astrid Tiar(AT), dan Narji(N), ditambah 5 cewek dan 2 cowok yang semua teman SMA RA dan 2 orang pembantu, berarti  di dalam rumah itu 14 orang. Saya rasa pembantu RA tidak bisa dicurigai, sisa 11 orang yang patut dicurigai. GM sahabat RA, tetapi bisa saja jadi pelaku, karena rencana pernikahannya dengan Gisel tertunda, karena Gisel masih mencintai RA, AP juga masih sahabat RA, tapi RA kan suami pertama Ussy,bisa saja AP menyimpan dendam, AT itu mantan sekaligus selingkuhan RA waktu masih menikah dengan Ussy, N teman akrab RA di BBB. Bisa saja ke empat artis ini punya modus.” Beber OS tentang latar belakang dan hubungan artis yang ada dilokasi kejadian dengan RA. “Bagaimana dengan teman-teman RA?” DL diliputi tanya.

“Dari 7 orang teman RA, yang bisa kita curigai hanya ada 2 orang, seorang perempuan yang bernama Wanda Hamidah, pacar RA waktu SMA dulu dan dialah yang melibatkan RA dalam dunia politik, dan seorang laki-laki bernama Daus Mini, teman kecil RA sejak kecil sampai sekarang. Kesimpulannya, hanya 6 orang yang bisa dijadikan tersangka penjebakan klien kita” Paparan OS yang penuh presisi. “Baik, saya rasa 6 orang itu yang mesti kita dalami, tolong besok ke 6 orang itu kamu hadirkan di kantor,saya akan melakukan penyidikan dan penyelidikan, kamu aturlah sebaik mungkin agar 6 orang ini hadir. Ini perintah dari saya, kalau tidak kamu laksanakan dengan baik, gaji mu saya potong dan kamu tidak dapat jatah selama 1 minggu!” perintah DL kepada OS.

****************

OS memenuhi tugasnya, 6 orang itu berhasil dihadirkan di kantor DL, setiap orang diwawancarai kurang lebih 1 jam kemudian DL mendalami. DL kemudian menelpon OS “saya sudah tahu siapa pelakunya, suruh semua tersangka ke ruangan saya, dan tolong hubungi Polisi dan BNN, bahwa pemilik ganja sudah diketahui.” “Baik bu, segera saya laksanakan.” Tak lama berselang, TP beserta beberapa polisi bersenjata lengkap mengepung kantor DL. “Setelah saya melakukan penyidikan dan penyelidikan, saya menemukan bukti yang cukup menjerat salah seorang dari mereka menjadi tersangka” DL memulai paparannya, kemudian mendekati TP dan membisikinya sesuatu. “Tangkap GM” perintah TP, segeralah polisi meringkus GM. Semua orang yang ada di rumah itu kaget bukan kepalang.

“Bagaimana kamu berani mengambil kesimpulan bahwa GM pelakunya?kalau tidak terbukti dipengadilan, kamu akan dituduh melakukan pencemaran nama baik dan reputasimu pasti turun” Tanya TP kepada DL “Pencemaran nama baik, itu kan pasal karet,he…!mengapa GM tersangka, karena di dalam saku sebelah kirinya itu sekarang ada ganja, periksa saja!Dari wawancara tadi, hanya dia yang gelisah dan keringat dingin, setiap saya tanya, terdengar bunyi kresek-kresek dari saku celana kirinya, apalagi kan sesuai pepatah, Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” jawab DL penuh aklamasi. Setelah diperiksa, terbukti GM menyimpan ganja di saku celananya.

Kasus ditutup, kemudian RA berhasil dikeluarkan dari penjara. Sesuai dengan perjanjian awal, sekarang RA bersama DL di pulau Bali (mudah-mudahan bukan korban pesawat Lion Air,he…)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar