Rabu, 03 April 2013

Sajak Sore

Kemarin pagi
Belantara kau hiasi api
Kini aksimu berganti
Gedung kokoh pun kamu tebangi
Seakan api telah menjadi teman sejati

Sore ini
Jejakmu masih berbekas
Ingatan ini tak pernah lepas
Amarahmu membuas
Seperti harimau yang mau menerkamku di lapangan luas
Kantor dan beberapa gedung kamu berangus
Serasa kamu ciptakan bumi yang tandus
Kau sisakan kenangan yang tak bagus

Malam nanti seharusnya aku tertawa
Kini kau gantikan airmata
Malam nanti seharusnya kamu yang menangis
Kini aku yang teriris pedis

Sore ini
Aku berusaha mengulung kembali
Layang-layang kenangan pahit yang kamu ciptakan
Akan kugunting benangnya yang kusut
Agar besok aku masih bisa berlari
Membawa layang-layang harapan mengangkasa
Memandangnya dengan wajah tak lagi kisut
Biarkan layang-layang bertemankan langit dan awan
Bukan kamu
Atau serupamu


(Wahai manusia, leburlah dendam dan bencimu! Alangkah damainya, sekiranya kita bergandeng tangan mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan berkeadilan. Aku muak dengan lakonmu anak bangsa yang tak punya nurani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar